Pergerkan Rakyat

SMI: Kehidupan Rakyat Semakin Tercekik Sejak 25 Agustus 2025

Administrator

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/sudutbir/public_html/amp/detail.php on line 180

Warning: getimagesize(https://cdn.sudutbiru.com/uploads/images/202508/_8748_SMI--Kehidupan-Rakyat-Semakin-Tercekik-Sejak-25-Agustus-2025.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/sudutbir/public_html/amp/detail.php on line 180

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/public_html/amp/detail.php on line 181

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/sudutbir/public_html/amp/detail.php on line 182
Poto: Istimewa
Aksi rakyat.
sudutbiru.com -Gelombang demonstrasi sejak 25 Agustus 2025 adalah bentuk kekecewaan mendalam yang tidak tertahankan. Rakyat turun ke jalan bukan ingin membuat kekacauan, melainkan karena kehidupan yang semakin tercekik akibat kebijakan dari pemerintah dan DPR RI.

Demikian pernyataan Kristian R Simarmata dari Perkumpulan Suluh Muda Inspirasi (SMI) kepada wartawan dalam siaran pers, Sabtu 30 Agustus 2025.

SMI menilian ketidakmampuan pemerintah dan DPR menyelesaikan persoalan turunnya daya beli masyarakat dan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, justru dijawab dengan menaikkan dan memperluas pungutan pajak yang membebani masyarakat.

Pajak pertambahan nilai (PPN) dinaikkan, cukai ditambah, dan beban pajak diperluas bahkan ke sektor usaha kecil dan konsumsi rakyat sehari-hari, membuat masyarakat tidak saja kehilangan ruang bernapas karena harga pangan mahal, tetapi juga dipaksa membayar lebih banyak kepada negara yang gagal melindungi," ujar Kristian Simarmata.

Kristian mengatakan keresahan masyarakat yang semakin nyata dengan perilaku elit politik dan pejabat Negara berpesta, dalam kabinet gemuk dengan bagi-bagi dan rangkap jabatan sebagai kompensasi politik, termasuk fasilitas mewah dinikmati tanpa rasa malu di tengah ekonomi rakyat yang menjerit menambah kemarahan rakyat.

Efisiensi yang digembar-gemborkan, lanjut Kristian, seperti jargon kosong dikarenakan anggaran negara terkuras untuk membiayai struktur kabinet gemuk, juga korupsi yang masih menggerogoti anggaran, serta kolusi untuk jabatan dan nepotisme.

"Semua itu mempersempit ruang meritokrasi dan menutup pintu bagi rakyat biasa," tegasnya.


Penulis
: redaksi
Editor
: redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

FABEM Tantang Prabowo Tangkap Para Koruptor Energi Penyebab Kesusahan Rakyat

Politik

Korps Rakyat Bersatu Ajak Masyarakat Dukung Undang Undang TNI Demi NKRI

Politik

Prabowo Utamakan Kepentingan Bangsa dan Rakyat di Atas Kepentingan Pribadi